Selasa, 22 Oktober 2013

StarkLED, Lampu LED Berkualitas Hemat Energi

Lampu LED, mengingatkan ane dulu sewaktu SMP dulu. Pas praktik membuat lampu flip-flop yang menggunakan LED. hahaha waktu sudah berlalu cukup lama ternyata, sadar-sadar udah gedhe begitu juga kegunaan LED. 

Dewasa ini, penggunaan lampu LED semakin meluas. Dulu kita mengenal LED sebagai lampu indikator dari rangkaian elektronika yang sederhana (misal, untuk memperlihatkan rangkaian itu menyala atau tidak), namun sekarang sudah sangat kompleks penggunaannya. Senter, lampu lalu lintas, PDA, handphone, TV penerangan rumah, penerangan jalan bahkan korek api sudah dilengkapi dengan penggunaan LED.

Dalam urusan dalam penerangan rumah, semakin hari semakin banyak produsen lampu LED yang menawarkan produknya dengan segala kelebihan. Entah itu dari sisi harga, bonusannya, bentuknya, atau apapun yang sekiranya bisa meningkatkan penjualan mereka. Banyaknya pilihan, tentu membuat pembeli merasa senang, namun bersamaan itu pula menjadi bingung memilih. Semuanya bagus kok, hanya saja mana yang terbaik itulah yang mestinya kita pilih. Lalu kembali ke pertanyaannya, produk lampu LED apa yang terbaik? Jawabannya simpel saja, mungkin yang anda cari adalah StarkLED, lampu LED murah berkualitas yang hematnya mulai dari hari pertama!

MENGAPA MESTI MENGGUNAKAN STARKLED?
1.   GARANSI
 
Loh ada garansinya ya? Tentu saja Gan! StarkLED memberikan garansi pada Agan yang menggunakannya. Garansi yang diberikan adalah 1 tahun  tertanggal mulai dari Agan membelinya. Garansi ini juga dapat menjamin kepuasan Agan dalam menggunakan StarkLED. Jadi, selama masih dalam rentan garansi ternyata ada masalah pada lampu StarkLED Agan, Agan tidak usah bingung membeli lagi cukup tukarkan lampu StarkLED Agan yang bermasalah ke toko di mana agan membelinya. Tidak usah lama-lama menunggu dan banyak bla-bla-bla agan akan memperoleh StarkLED yang baru! hmmm mudah dan nggak ribet!

2.  HEMAT
Hoe gan, Juragan! Tau nggak gan, StarkLED murahnya itu nggak ketulungan ! 
Selama ini orang mengenal Lampu Hemat Energi (LHE) adalah lampu yang hemat. Asal tau aja ya gan, StarkLED ternyata Lebih MURAH daripada LHE, apalagi dengan lamu Pijar. Mungkin agan-agan bertanya, "Lha kok bisa StarkLED lebih hemat?". Ini gan tak kasih sedikit gambaran hematnya StarkLED.

(ilustrasi perhitungan perbandingan StarkLED dengan lampu pijar 8 tahun/lampu)
Oh ya gan, ane sampe lupa. Hematnya Lampu StarkLED ternyata tidak hanya dalam pemakaiannya saja tetapi juga harga beli lampu StarkLED juga rendah. Agan membeli lampu StarkLED itu berarti agan memperoleh lampu dengan harga murah dengan kualitas dan penghematan yang sama dengan yang berharga mahal.

Disamping itu gan, cahaya terang yang dihasilkan StarkLED begitu bersahabat dan itu membuat agan lebih hemat 50% biaya ketimbang menggunakan Lampu Hemat Energi (LHE).

3.  RAMAH LINGKUNGAN
Satu hal ini yang paling penting gan, mengingat sudah terlalu banyak racun yang kita konsumsi baik sadar maupun tidak sadar. Yah, barang yang aman dan ramah lingkungan.  

Agan pernah nggak merasakan mata menjadi panas lantaran terkena cahaya lampu agan? atau mungkin agan merasa cahaya lampu rumah agan kok tidak nyaman di mata? hati-hati lho gan pilih lampunya, buat mata jangan sembarangan!

PT. Sumber Harapan Abadi memberi terobosan krusial dengan menciptakan StarkLED, lampu yang memancarkan cahaya yang TIDAK panas dan TIDAK memancarkan UV (Ultra Violet) sehingga aman untuk mata agan. Bahan baku StarkLED juga TIDAK mengandung merkuri atau mengandung bahan beracun. (bukan berarti boleh di makan lho gan! :D)

PRODUK

StarkLED menawarkan 3 type lampu LED serta 2 jenis color temperature yaitu Warm White dan Cool Daylight. 

1. LED power 3W, tipe LED SMD 5050 yang memiliki pancaran dan terang cahaya sebanding dengan Lampu Hemat Energi (LHE) 7W. Spesifikasi lengkap tentang yang satu ini adalah  :

2. LED power 5W, tipe LED SMD 5050 yang memiliki pancaran dan terang cahaya sebanding dengan Lampu Hemat Energi (LHE) 11W. Spesifikasinya sebagai berikut :

3. LED power 7W, tipe LED SMD 2835, Pancaran dan terang cahaya sebanding dengan 16W Lampu Hemat Energi (LHE). Juga dilengkapi dengan plat heat sink yang berfungsi mengeluarkan panas lebih cepat, sehingga lampu lebih awet dan awet membuat anda lebih hemat! Spesifikasi :


StarkLED" menawarkan kelebihan dalam spesifikasi produknya yang membuat anda sulit untuk berpaling, seperti :

  1. Lensa dengan bahan PC mengeluarkan 95% pancaran cahaya dan warna uniform.
  2. Menggunakan Chip SMD yang berkualitas dengan LUMEN dan CRI yang tinggi. (Perlu diketahui Indeks sesuaian warna (color rendering index atau CRI) adalah kemampuan suatu sumber cahaya untuk membuat warna dan pelbagai pemeringkatan warna (gradation) dari sebuah benda yang terlihat oleh mata manusia. Indeks sesuaian warna berkisar dari 0 hingga 100 dan semakin tinggi nilainya menunjukkan kemampuan sesuaian yang lebih baik)
  3. Dilengkapi dengan struktur plat yang dapat mendistribusikan udara panas dengan lebih cepat.
  4. Lubang ergonomis sebagai saluran udara panas yang dapat menjaga kestabilan suhu lampu, ini menghindarkan lampu mengalami panas yang berlebih.
  5. Body lampu menggunakan bahan plastik ringan yang tahan tegangan listrik.
Satu hal lagi yang membuat anda semakin "tidak terkendali" untuk menggunakan StarkLED adalah hematnya yang kebangetan! Mungkin ini juga yang akan membuat anda menyampingkan lampu LHE atau lampu pijar sebagai penerangan di rumah. Untuk lebih jelasnya berikut ilustrasi pebandingan biaya antara LED "StarkLED", LHE dan lampu pijar seperti dilansir dari situs resmi StarkLED yang pastinya akan membuat anda beralih ke StarkLED :

keterangan : tabel di atas hanya untuk ilustrasi, harga dan kualitas dari masing-masing
lampu sangat bervariasi dan tidak dapat dijadikan patokan tetap. Perhitungan biaya dengan asumsi
hanya satu lampu dengan penggunaan 12 jam/ hari

Sudah banyak yang menggunakan StarkLED dan banyak dari pengguna mengungkapkan kepuasannya dengan segala ekspresi kata-kata. Berbagai testimoni pengguna mengalir deras di situs resmi StarkLED Indonesia. Emmm tidak afdhol rasanya kalau tidak ditampilkan sedikit. Ini gan testimoni pengguna StarkLED:

Hmmm menarik bukan?! Banyangkan jika rumah ataupun tempat usaha agan menggunaka StarkLED, berapa uang dapat agan pangkas untuk biaya operasional. Maka tidaklah salah jika StarkLED mengusung motto "StarkLED, lampu LED murah berkualitas yang hematnya mulai dari hari pertama." Jadi, apa ruginya anda mencoba produk yang satu ini?!

MENJADI BAGIAN STARKLED

Selain menawarkan produk unggulannya, PT. Sumber Harapan Abadi mengajak agan untuk menjadi bagian dalam kesuksesan StarkLED, yaitu dengan membuka peluang menjadi Distributor dan Retailer. Bagi anda yang berminat mengambil bagian dari StarkLED, silakan mendaftrakan diri agan di situs resmi StarkLED Indonesia atau dengan menghubungi CallCenter StarkLED di 021-33 999 763. Tidak akan ada ruginya, karena StarkLED, lampu LED murah berkualitas yang hematnya mulai dari hari pertama


sumber :
http://www.stark-indonesia.com/


Jumat, 11 Oktober 2013

Positif Thinking

Menulis, haduh kedengarannya sederhana tapi cukup membingngkan untukku karena tidak terbiasa menulis. Hahaha sangat kacau. Bagaimana tidak, aturan menulis saja tidak tau, ide tidak punya dan materi nggak jelas ma di bawa kemana.. Hohoho ngalir aja lah.

Ini sebenarnya inisiatif dari kebosananku menunggu panggilan kerja. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan pun telah berganti tahun. Tercatat sudah satu setengah tahun lamanya. Sabar, sabar dan masih bersabar.

Oh ya sebelumnya, saya minta maaf karena tulisan ini tidak menggunakan panduan EYD (Ejaan Yang Disemprnakan) jadi ini asal-asalan saja, alias iseng. 

Saban hari pekerjaan sementara hanya main game, facebookan, tidur, makan. Belum ada sesuatu yang istilahnya menjanjikan produktivitas. Ya, meski pada awalnya menyenangkan tapi lama kelamaan bosan juga. Hahaha ya mencoba hal yang baru, yaitu menulis.

Tema kali ini aku ingin menulis tentang positif thingking. Pembaca tentu sudah sangat paham dengan dua kata itu. Positif itu ya positif, thingking itu arti dalam bahasa Indonesianya berpikir. Jadi, positif thingking itu berpikiran yang positif artinya berpikir yang baik-baik saja. :D

Dalam menghadapi dampak suatu masalah, banyak dari kita menyikapi dengan hal-hal negatif bahkan ada yang langsung mengujar kata-kata vulgar. Contohnya saja saat kita berjalan, kita tersandung batu. Secara reflek kita langsung mengatakan “aduh”, “anj*ng”, “kucing” atau segala macam produk kebun binatang kita sebut. Salahkah?! Hahahaha namanya juga refleks, masih untung refleks kita bagus. Tetapi jarang yang mengatakan seperti ini, “berarti aku diperingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berjalan”. Hmmm seperti itulah contoh kecilnya.

Sama-sama mengalami kesakitan karena tersandung batu, yang satu mengucapkan “kata-kata mutiara” dari isi kebun binatang, sedang yang satunya berpositif thingking bahwa lain kali harus lebih berhati-hati. Mana yang agan-agan minati, yang mana saja boleh lho?!

Positif thingking dengan berprasangka baik sama atau tidak? Pada dasarnya sama, cuma muaranya saja yang beda. Posthing itu muaranya dari pikiran kita, sedang prasangka itu dari perasaan. Dalam artikel ini sebut saja sama ya, toh pikiran dengan perasaan juga mesti diselaraskan.

Om Mario Teguh dalam acara Golden Ways (episode berapa saya lupa) pernah berujar seperti ini “berprasangkalah yang baik setidaknya kita memiliki satu kebaikan. Misalkan kita kenalan dengan orang, berprasangkalah yang baik, mengapa? Saat kita berprasangkalah yang baik terhadap orang itu, jika orang itu benar-benar baik maka kita mendapat dua kebaikan, 1) prasangka kita yang baik 2) dia (orang itu) benar baik seperti persangkaan kita. Jika kita berprasangka buruk kepada seseorang, yang ternyata orang itu baik kita rugi 2x. Yang pertama kita berprasangka buruk dan yang kedua kita salah menilai seseorang. Dan saat kita berprasangka baik pada seseorang namun, ternyata orang itu tidak baik, setidaknya kita dapat satu kebaikan yaitu persangkaan yang baik.” versi kalimatku lho ya!

Hahaha entahlah, ya bagaimanapun kejadiannya ataupun akibatnya, tetaplah berpositif thingking, ingatlah Tuhan lebih tau mana yang terbaik untuk kita. Mungkin ada jalan lain untuk kita yang lebih baik, atau itu merupakan suatu pelajaran agar kita kedepannya menjadi individu yang lebih baik. Tuhan itu Maha Tahu apa-apa yang tidak kita ketahui.
Kalau salah di koreksi ya!
Terima kasih sudah di baca!

Sabtu, 27 Juli 2013

Tanah Longsor

PENGERTIAN TANAH LONGSOR

Mass wasting pada dasarnya adalah gerakan batuan, regolith, dan tanah kearah kaki lereng sebagai akibat dari pengaruh gaya berat (gravity) melalui proses rayapan (creep), luncuran (slides), aliran (flows), rebah (topples), dan jatuhan (falls). Mass wasting umumnya terjadi di daratan maupun di lautan terutama di lereng benua. Longsoran merupakan satu contoh yang spektakuler dari mass wasting.  
Hasil pelapukan batuan yang berada di puncak puncak bukit akan tertransport sebagai debris ke 
arah kaki bukit, sedangkan air sungai bertindak sebagai ban berjalan yang membawa material hasil pelapukan menjauh dari sumbernya. Walaupun sepanjang perjalanannya, material hasil pelapukan batuan yang dibawa oleh air sungai kadang-kadang berhenti untuk sementara waktu, namun pada akhirnya material tersebut akan diendapkan di tempat terakhir, yaitu di laut.
Mass wasting adalah semua pengankutan massa puing-puing batuan menuruni lereng akibat pengaruh langsung tenaga gravitasi. Mass wasting memiiliki kesamaan makna dengan mass movement, demikian juga tanah longsor. Mass wasting penting sekali bagi proses geologi karena terjadi pada berbagai waktu dan tempat. Kejadian mass wasting dapat terjadi pada daerah yang landai, bergantung pada kondisi geologinya. Guna memudahkan pengertian, maka mass wasting dapat disebut sebagai tanah longsor.
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan,tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinyatanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akanmenambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperansebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerakmengikuti lereng dan keluar lereng.
Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan. 

JENIS TANAH LONGSOR 
Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan  rombakan. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.
        1.     Longsoran Translasi
Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.   

2. Longsoran Rotasi 
Longsoran rotasi adalah bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

        3.    Pergerakan Blok
Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu. 
4. Runtuhan Batu
Runtuhan batu terjadi ketika sejum-lah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga meng-gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah. 

5. Rayapan Tanah
Rayapan Tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah. 

6. Aliran Bahan Rombakan
Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunungapi. Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak. 
- Tipe gerakannya
- Runtuh (Falls) 
- Meluncur (Slide) 
- Rotasi 
- Translasi 
- Sedikit (bongkah) 
- Banyak 
- Menyebar secara lateral (Lateral Spread 
- Mengalir (Flow) 
- Kompleks 

Faktor-faktor Penyebab Tanah Longsor
1. Sudut lereng 
Umumnya, lereng yang curam akan kurang stabil karena lereng yang curam akan memiliki kemunkinan longsor dibanding lereng yang landai.
2. Pelapukan dan Iklim 
Di daerah tropis, hujan sering terjadi akibat tempratur yang tinggi, sehingga menyebabkan pelapukan meluas hingga kedalaman berpuluh-puluh meter dan longsor yang cepat biasanya terjadi pada zona pelapukan yang dalam.
3. Kandungan air
Jumlah air dalam tanah dan batuan mempengaruhi kestabilan lereng. Kuantitas air yang besar dari pencairan salju meninkatkan kemunkinan kerentanan lereng. Penambahan beban sejalan dengan peninkatan kuantitas air sudah cukup untuk menyebabkan longsor.
        4.     Hujan
Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan.
Ketika hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.
Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah. 
5. Lereng terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar. 
        6.    Tanah yang kurang padat dan tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlalu panas. 
7. Batuan yang kurang kuat
Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal. 
8. Jenis tata lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama. 
9. Getaran
Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.
10. Susut muka air danau atau bendungan 
Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.
11. Adanya beban tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.
12. Pengikisan/erosi
Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal. 
13. Adanya material timbunan pada tebing
Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah 
14. Bekas longsoran lama
Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. 
Bekas longsoran lama memilki ciri:
Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda. 
Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur. 
Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai. 
Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah. 
Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil  pada longsoran lama. 
Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil 
Longsoran lama ini cukup luas. 
15. Adanya bidang diskontinuitas (bidang tidak sinambung)
Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri:
Bidang perlapisan batuan 
Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar 
Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat. 
Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air (kedap air). 
Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat. 
Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor. 
16. Penggundulan hutan
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang sehingga tanah akan mudah terbawa oleh air hujan  .
17. Daerah pembuangan sampah
Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.

Cara Menanggulangi Tanah Longsor
Menghijaukan kembali lahan-lahan kritis. Lahan-lahan yang kritis atau lahan yang gundul ditanami dengan lanam-tanaman keras, seperti pohon mahoni, pohon angsana, pohon jati, pohon meranti dan lain-lain. 
Untuk daerah-daerah yang miring, pengolahan lahan dilakukan dengan sistem sengkedan atau terassering. Pada setiap pematang yang ada di sawah sengkedan usahakan ditanami tanam-tanaman keras seperti pohon kelapa, turi, munggur dan lain-lain. Jenis tanaman keras seperti pohon kelapa disamping dapat dimanfaatkan kayu, buah dan daunnya; akar-akarnya juga berfungsi untuk menahan pematang dari bahaya longsor. 

GAMBAR JENIS TANAH LONGSOR 











Rabu, 17 Juli 2013

Bahan Ajar Mekanika 2

Silakan di download bahan ajar untuk mata kuliah "Mekanika II".
<< download >>

Bahan Ajar Fisika Kuantum

Silakan di download bahan ajar untuk mata kuliah "Fisika Kuantum".
--------------------------------------------------------------------
<< download >>