Senin, 08 Agustus 2011

Besaran dan Satuan

     Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, dihitung, memiliki nilai dan satuan. Besaran menyatakan sifat dari benda. Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda. Besaran dibagi menjadi dua yaitu Besaran Pokok dan Besaran Turunan





A.     BESARAN POKOK

Besaran Pokok didefinisikan sebagai  besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada setidaknya 7 besaran yang tergolong Besaran Pokok yang antara lain sebagai berikut :
Secara rinci penjabarannya sebagai berikut :
1.   Panjang
     Standar satuan untuk panjang dalam SI adalah meter. Sistem satuan yang didasarkan pada meter sebagai standar pengukuran dinamakan sistem metrik. Pada awalnya, meter didefinisikan sebagai sepersepuluh juta jarak antara katulistiwa dan kutub utara bumi diukur melalui meridian yang melewati kota Paris. Sebagai meter standar, dibuatlah sebuah batang logam platinum-iridium yang kedua ujungnya terdapat masing-masing goresan, dimana jarak antara kedua goresan tersebut sama dengan 1 meter.
     Pada tahun 1960, meter standar didefinisikan ulang sebagai 1.650.763,73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa dari garis spektrum warna jingga-merah atom krypton-86. Pendefinisian ulang ini dilakukan untuk meningkatkan kemudahan meter standar untuk dibuat tiruannya, disamping untuk menambah keakuratannya.
     Namun demikian, definisi ulang inipun tidak bertahan lama, hanya sekitar 23 tahun. Pada tahun 1983, satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam vakum selama 1/299.792.458 sekon. Dengan definisi terakhir ini, lengkaplah meter sebagaim satuan standar memenuhi syarat-syarat satuan standar yang disebutkan didepan. (Sumber : Harisok)

2.   Massa
     Definisi Satu kilogram adalah massa sebuah kilogram standar yang disimpan di lembaga Timbangan dan Ukuran Internasional (CGPM ke-1, 1899). Massa sebuah benda merupakan banyaknya zat yang terkandung di dalam sebuah benda tersebut. Satuan massa di dalam sistem satuan SI adalah kilogram. Sebagai standar untuk kilogram ini, dibuatlah kilogram standar, yaitu sebuah silinder logam yang terbuat dari platina-iridium, yang sekarang ini disimpan di Sevres, dekat kota Paris. Pada awalnya satu kilogram sama dengan massa dari 1000 cm³ air murni pada suhu dimana kerapatannya maksimum, yaitu 4º C.

3.   Waktu
    Satu sekon adalah selang waktu yang diperlukan oleh atom sesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9 192 631 770 kali dalam transisi antara dua tingkat energi di tingkat energi dasarnya (CGPM ke-13; 1967). Definisi lain , Waktu adalah besaran yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa berlangsung. Waktu termasuk besaran scalar. Satuan waktu antara lain sekon atau detik dalam Standar Internasional yang disingkat SI, menit, jam dan hari. Alat untuk mengukur waktu biasanya arloji, stopwatch dan ticker time.
Pengertian Waktu standar
   Definisi waktu standar atau pengertian waktu baku adalah waktu yang digunakan sebagai patokan waktu (standar waktu) adalah perputaran bumi pada porosnya (rotasi). Karena perputaran ini tidak tetap, maka diambil rata-ratanya. Berdasarkan hal ini ditetapkan bahwa 1 detik sama dengan 1 / 86.400 hari matahari rata-rata.
   Dalam pengamatan astronomi, waku ini ternyata kurang tetap akibat adanya pergeseran. Kemudian, digunakan patokan waktu dari getaran atom cesium. 1 detik merupakan waktu yang digunakan atom cesium -133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Patokan ini dianggap lebih teliti dibandingkan dengan patokan waktu rotasi bumi karena kesalahan waktu hanya 1 detik dalam kurun waktu 5.000 tahun.
Sekarang, telah ditemukan alat yang mempunyai ketelitian lebih tinggi lagi, yaitu Maser Hidrogen. Kemungkinan kesalahan alat ini adalah 1 detik dalam kurun waktu 33 juta tahun.

4.   Kuat Arus Listrik
    Definisi kuat arus litrik adalah jumlah muatan listrik yang melewati suatu kawat penghantar (konduktor), setiap waktu. Jika muatan listrik dilambangkan Q, waktu t dan kuat arus listrik l, maka l = Q bagi t atau quolomb dibagi detik = ampere 9A).
   Satuan kuat arus listrik adalah ampere, miliampere ke ampere. Kuat arus listrik dikatakan 1 ampere, jika muatan yang mengalir dalam kawat konduktor sebesar 1 coulomb setiap detik.
   Berdasarkan hukum Ohm, 1 ampere adalah besar kuat arus listrik yang mengalir pada kawat konduktor dengan hambatan 1 ohm dan beda potensial 1 volt. Berdasarkan terjadinya gaya Lorentz, 1 ampere adalah kuat arus listrik pada dua kawat sejajar berjarak 1 meter yang menyebabkan gaya sebesar 2 x 10-7 newton dan kedua arus tersebut searah.

5.   Suhu
   Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.
   Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F. ( Sumber: Alljabar)


6.   Jumlah Molekul
   Mol adalah satuan dasar SI yang mengukur jumlah zat.[1] Istilah "mol" pertama kali diciptakan oleh Wilhem Ostwald dalam bahasa Jerman pada tahun 1893,[2] walaupun sebelumnya telah terdapat konsep massa ekuivalen seabad sebelumnya. Istilah mol diperkirakan berasal dari kata bahasa Jerman Molekül. Nama gram atom dan gram molekul juga pernah digunakan dengan artian yang sama dengan mol,[1][3] namun sekarang sudah tidak digunakan.
Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat suatu sistem yang mengandung "entitas elementer" (atom, molekul, ion, elektron) sebanyak atom-atom yang berada dalam 12 gram karbon-12.[1] Sehingga:
  • satu mol besi mengandung sejumlah atom yang sama banyaknya dengan satu mol emas;
  • satu mol benzena mengandung sejumlah molekul yang sama banyaknya dengan satu mol air;
  • jumlah atom dalam satu mol besi adalah sama dengan jumlah molekul dalam satu mol air.
     (sumber: wikipedia "MOL")


7.   Intensitas Cahaya
   Satuan intensitas cahaya adalah “kandela” (disingkat cd). Satu kandenla adalah intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 × 1012 hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 watt per steradian dalam arah tersebut (CGPM ke-16, 1979). (sumber: septian)


     Seperti yang telah disinggung di awal artikel, bahwa besaran terbagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Jadi, setelah kita mempelajari besaran pokok maka berikut akan dijelaskan tentang besaran turunan.


B.   BESARAN TURUNAN


Besaran turunan adalah besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok.
Contoh besaran turunan:


                                                                Sumber: wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar